Manfaat Mengingat Mati

“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (dunia), yakni kematian.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi. Dan di-Hasan-kan oleh syeikh Al-Albani).

Keuatamaan Berinfaq Sadaqah

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.

Hati yang Bersih

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Lisan Cermin Seseorang

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tathayyur

Jika mempercayai kupu2 yang masuk rumah itu akan ada tamu yang datang, atau ketika cicak berbunyi saat selesai berbicara artinya perkataannya benar, atau kepercayaan2 lain yang menyerupai hal di atas apakah digolongkan syirik ?.

Kamis, 19 April 2018

Waktu: Sesuatu Yang Paling Berharga Tapi Paling Disia-Siakan

{ Waktu:  Sesuatu Yang Paling Berharga Tapi Paling Disia-Siakan }

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Waktu adalah sesuatu yg paling berharga, tapi dia sekarang ini menjadi sesuatu yang paling murah di tengah-tengah kita. Kita biasa melewati waktu demi waktu tanpa ada faedah apapun, bahkan kita biasa menghabiskan waktu demi waktu dalam perkara yg mendatangkan mudhorot. Dan aku tidak sedang membicarakan satu orang saja, tapi aku sedang membicarakan kaum muslimin secara umum. Sekarang ini -sangat disayangkan sekali- mereka dalam keadaan lengah, terlena, dan lupa. Mereka tidak bersungguh-sungguh dalam perkara agama mereka. Kebanyakan mereka dalam keadaan lengah dan bermewah-mewahan. Yang mereka lihat adalah apa yg bisa memanjakan badan mereka, walaupun harus merusak agama mereka. [Kitab: Syarah Riyadhus Sholihin, 1/345].

Untukmu wahai saudaraku yg sedang membaca pesan ini, bila keadaan di atas menimpamu, maka cepatlah berubah, sebelum semuanya tinggal kenangan dan penyesalan. Ingatlah selalu firman Allah ta'ala (yg artinya):

"... hingga ketika KEMATIAN mendatangi salah seorang dari mereka, dia mengatakan: 'Ya Rabb, kembalikan aku (ke dunia lagi), sehingga aku bisa beramal shaleh pada apa yg dulu kutinggalkan'. Tentu itu tidak mungkin, tapi sungguh kalimat itu akan dia katakan". [QS. Almukminun: 99-100].

Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam
Oleh: Mutiara Risalah Islam
📝Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, M.A

📒Anda akan mendapatkan Nasehat, Artikel,Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Risalah Islam MRI

📱Daftar ke Wa : 089628222285 atau klik👉http://gabung.kliksini.me/wa/groupMRI

SiapaYang Mencela, Akan Terjatuh Pada Hal Yang Sama

{ SiapaYang Mencela, Akan Terjatuh Pada Hal Yang Sama }

Dikisahkan, Suatu hari Al-Kisa'i berkumpul bersama Al-Yazidi di hadapan Ar-Rosyid. Lalu datanglah waktu sholat jahr (yakni sholat yg dikeraskan bacaannya), maka orang-orang menjadikan Al-Kisa'i sebagai Imam dalam sholatnya, tapi dia gugup dalam membaca surat "Qulya".

Setelah salam Al-Yazidi mengatakan: "Ahli qiro'at Kota Kufah gugup dlm membaca surat Qulya?!"

Lalu datanglah waktu sholat jahr yg lain, maka Al-Yazidi pun maju utk menjadi imam sholat, dan ternyata ia GUGUP dalam membaca AL-FATIHAH. Maka ketika salam, ia mengatakan: "Jagala LISANMU, jangan mengatakan sesuatu yg menjadikanmu diuji. karena ujian itu ditentukan oleh omongan. [Kitab Nuzhatul Alba', karya Ibnul Anbari, hal: 61-62]

Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam
Oleh: Mutiara Risalah Islam

📝Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr.Musyaffa’ad Dariny,M.A.

📒Anda akan mendapatkan Nasehat, Artikel,Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Risalah Islam MRI

📱Daftar ke Wa : 089628222285 atau klik👉http://gabung.kliksini.me/wa/groupMRI

Surga dibawah telapak kaki ibu mu

{ Surga Di Bawah Kedua Telapak Kaki Ibumu }

Sungguh memprihatinkan. Sebagian orang menyangka bahwa DURHAKA itu, sebatas bila si anak memukuli orang tua, atau mengusir orang tua, atau menghinakannya di depan umum. Sehingga mereka dg seenaknya mencampuri urusan pribadi orang tuanya, menyetir orang tuanya, membentak orang tuanya, memarahi orang tuanya, dst.

Padahal itu semuanya adalah bentuk durhaka kpd orang tua yg hukumannya akan disegerakan di dunia. Jika Allah memasukkan kata "uff" kpd orang tua sbg bentuk tindakan durhaka krn bisa menyakiti hati orang tua, bagaimana dg tindakan membentak, memarahi, menyetir mereka, mencampuri urusan mereka, dst, yg tentunya jauh lebih menyakiti hati mereka.

Anda ingin mengetahui perasaan mereka? Bayangkanlah bila anda di posisi mereka, dan bayangkan betapa pilu dan tersayatnya hati Anda ketika dibentak oleh anak yg Anda lahirkan, Anda perjuangkan hidupnya, Anda korbankan semuanya untuk dia, dst.

Subhanallah, dimanakah sikap merendah mereka kpd org tua yg diperintahkan Alqur'an. Mana pula belas kasih sayang terhadap orang tua; seorang yg paling banyak berjasa kpd mereka setelah Allah ta'ala?!

Jika mereka sudah merasa TIDAK butuh lagi dengan pahala berbakti kpd orang tua yg sangat besar, maka paling tidak harusnya mereka takut dg sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-: "Ada dua pintu (dosa) yg hukumannya disegerakan di dunia: ZINA dan DURHAKA". [HR. Alhakim, lihat Silsilah Shohihah: 1120]

Semoga bermanfaat...

Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam

Oleh: Mutiara Risalah Islam

📝Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr.Musyaffa’ad Dariny, M.A.

📒Anda akan mendapatkan Nasehat, Artikel,Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Risalah Islam MRI

📱Daftar ke Wa : 089628222285 atau klik👉http://gabung.kliksini.me/wa/groupMRI

Bahaya Amalan Riya

{ Bahaya Amalan Riya }

Syeikh Al-Utsaimin -rohimahulloh-:

"Umar bin Khottob -rodhiallohu anhu- mengatakan: 'Siapa yg memoles dirinya dg sesuatu yang tidak ada pada dirinya, niscaya Allah menampakkan keburukannya'. Begitu pula orang yang memoles dirinya dg ibadah, dia menampakkan kepada manusia bahwa dia seorang ahli ibadah, maka Allah azza wajall pasti akan membongkarnya -semoga Allah melindungi kami dan kalian dari RIYA. Sepandai apapun manusia menutupi, Allah tetap mengetahui, dan Dia akan membongkar kedok orang yang beramal bukan karenaNya. Jadi timbanglah semua amalanmu dengan perkataan Umar -rodhiallohu anhu- ini!"

[Syarah Hilayatu Tholibil Ilm, Hal: 49-50]

Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam

Oleh: Mutiara Risalah Islam

📝Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr.Musyaffa’ad Dariny, M.A.

📒Anda akan mendapatkan Nasehat, Artikel,Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Risalah Islam MRI

📱Daftar ke Wa : 089628222285 atau klik👉http://gabung.kliksini.me/wa/groupMRI

Dengan NIAT, Pahala Anda Bisa Seperti Orang Kaya Raya Yang Beramal Dengan Hartanya

{ Dengan NIAT, Pahala Anda Bisa Seperti Orang Kaya Raya Yang Beramal Dengan Hartanya }

Bagi Anda yang tidak mampu beramal dengan harta, Islam yang agung dan penuh rahmat ini masih memberikan niat yang dengannya Anda bisa menyamai orang kaya yang menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Renungkanlah potongan sabda Nabi shollallohu alaihi wasallam berikut ini:

“Dunia ini, hanya untuk empat orang… (yang kedua:) seorang hamba yang Allah beri rezeki ilmu (agama), Dia tidak memberinya harta, namun orang tersebut baik niatnya, ia mengatakan: ‘seandainya aku memiliki harta, tentu aku akan beramal seperti amalnya si fulan’, maka dia (diberi pahala) dengan sebab niatnya, dan pahala keduanya sama.”

Dari sini, kita bisa mengambil 3 pelajaran berharga:

Jangan terkecoh dengan harta… dan jangan bersedih karena kurang harta.. karena sebenarnya tanpa harta pun Anda juga bisa mendapatkan pahala seperti pahalanya orang kaya yang menginfakkan hartanya di jalan Allah… Inilah bukti Mahapemurah-nya Allah kepada para hamba-Nya.

Tidak perlu iri dengan orang kaya, karena belum tentu kita akan kuat menghadapi fitnah harta, bila ia benar-benar ada di tangan kita.. padahal di sisi lain, tanpa harta pun kita bisa mengimbangi pahala orang kaya itu dari hartanya.

Niat adalah sumber pahala yang sangat agung, mudah, dan tanpa modal untuk mendapatkannya… sudah seharusnya kita benar-benar memperhatikannya… sayangnya, kebanyakan orang malah melalaikannya.

Semoga Allah memberikan taufiqNya kepada kita dalam menata hati dan niat kita, amin.

Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam

Oleh: Mutiara Risalah Islam

📝Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr. Musyaffa’ad Dariny, M.A.

📒Anda akan mendapatkan Nasehat, Artikel,Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Risalah Islam MRI

📱Daftar ke Wa : 089628222285 atau klik👉http://gabung.kliksini.me/wa/groupMRI

Memang Hidayah Itu Di Tangan Allah

{ Memang Hidayah Itu Di Tangan Allah }

Masih saja ada yang mengatakan, bahwa ada bid'ah hasanah dalam Syariat Islam, padahal Imam Malik -rohimahulloh- yg dijuluki sebagai 'Imamnya Kota Nabi' sudah sangat tegas dan lugas mengatakan: "Barangsiapa melakukan bid'ah APAPUN dalam Islam dan dia melihat bid'ah itu baik, maka dia telah menganggap bahwa (Nabi) Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- telah MENGKHIANATI risalah (yg diembannya), karena Allah berfirman: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian", sehingga apapun yg bukan agama pada hari itu, maka dia juga bukan agama pada hari ini". [Kitab: Ali'tishom 1/64].

Bahkan Ibnu Umar -rodhiallohu anhuma- yang merupakan sahabat Nabi -shollallohu alaihi wasallam- juga telah menegaskan: "SEMUA bid'ah adalah sesat, meskipun orang-orang melihatnya BAIK". [Sanadnya shohih, diriwayatkan oleh Ibnu Battoh: 205].

Bahkan Nabi tercinta -shollallohu alaihi wasallam- juga telah menyabdakan: "SEMUA bid'ah itu sesat". [Shohih Muslim: 867].

Kalaupun ada perkataan ulama yang menyelisihi sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam- ini, bukankah seharusnya perkataan mereka yang ditakwil atau diselaraskan maknanya dg sabda Nabi di atas?!

Bukan malah sebaliknya, sabda Nabi yang dita'wil dan dipelintir maknanya sehingga seakan selaras dg perkataan ulama tersebut.

Jika memang Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dan sabdanya lebih agung kedudukannya di hati seseorang, harusnya langkah pertama yang dia ambil, yaitu mentakwil atau menyelaraskan perkataan ulama tersebut agar tidak bertentangan hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam.

Atau jika terpaksa harus memilih salah satu, maka harusnya dia memilih perkataan orang yang WAJIB dicintainya melebihi orang tuanya, anaknya, bahkan manusia semuanya, dialah Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam.

Semoga Allah memberikan kaum muslimin hidayah untuk menghidupkan sunnahnya dan mematikan bid'ah yang disusupkan dalam agamanya, amin.

Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam

Oleh: Mutiara Risalah Islam

📝Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr.Musyaffa’ad Dariny, M.A.

📒Anda akan mendapatkan Nasehat, Artikel,Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Risalah Islam MRI

📱Daftar ke Wa : 089628222285 atau klik👉http://gabung.kliksini.me/wa/groupMRI

Rabu, 18 April 2018

Waktu: Sesuatu Yang Paling Berharga Tapi Paling Disia-Siakan

{ Waktu:  Sesuatu Yang Paling Berharga Tapi Paling Disia-Siakan }

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

“Waktu adalah sesuatu yg paling berharga, tapi dia sekarang ini menjadi sesuatu yang paling murah di tengah-tengah kita. Kita biasa melewati waktu demi waktu tanpa ada faedah apapun, bahkan kita biasa menghabiskan waktu demi waktu dalam perkara yg mendatangkan mudhorot. Dan aku tidak sedang membicarakan satu orang saja, tapi aku sedang membicarakan kaum muslimin secara umum. Sekarang ini -sangat disayangkan sekali- mereka dalam keadaan lengah, terlena, dan lupa. Mereka tidak bersungguh-sungguh dalam perkara agama mereka. Kebanyakan mereka dalam keadaan lengah dan bermewah-mewahan. Yang mereka lihat adalah apa yg bisa memanjakan badan mereka, walaupun harus merusak agama mereka. [Kitab: Syarah Riyadhus Sholihin, 1/345].

Untukmu wahai saudaraku yg sedang membaca pesan ini, bila keadaan di atas menimpamu, maka cepatlah berubah, sebelum semuanya tinggal kenangan dan penyesalan. Ingatlah selalu firman Allah ta'ala (yg artinya):

"... hingga ketika KEMATIAN mendatangi salah seorang dari mereka, dia mengatakan: 'Ya Rabb, kembalikan aku (ke dunia lagi), sehingga aku bisa beramal shaleh pada apa yg dulu kutinggalkan'. Tentu itu tidak mungkin, tapi sungguh kalimat itu akan dia katakan". [QS. Almukminun: 99-100].

Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA
Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam
Oleh: Mutiara Risalah Islam
📝Mau Dapat Tambahan Ilmu Setiap Hari dari Ust Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, M.A

📒Anda akan mendapatkan Nasehat, Artikel,Tanya Jawab Terbaik Setiap Hari di Group WA Mutiara Risalah Islam MRI

📱Daftar ke Wa : 089628222285 atau klik👉http://gabung.kliksini.me/wa/groupMRI